Setiap hari, ia pun mulai mempersiapkan bahan dan memasak sejak siang hari, lalu berjualan hingga menjelang magrib. Baginya, Ramadhan bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang keberkahan.
“Semoga apa yang saya jual di bulan suci ini jadi berkah dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” harapnya.
Baca Juga:
Kejari Gunungsitoli Bersama Kodim Nias dan PLN Kompak Bagi-bagi Takjil Gratis ke Warga
Adapun diketahui, tradisi ngabuburit dan membeli takjil sendiri sudah menjadi kebiasaan rutin masyarakat setiap Ramadhan. Aneka gorengan, lontong, kolak, bubur candil, serta berbagai macam es masih menjadi menu favorit yang selalu dicari.
Meskipun ditengah kenaikan harga bahan pokok dan ketatnya persaingan, para pedagang tetap berharap momen Ramadhan menjadi momentum perputaran ekonomi yang membawa keberkahan, meski omzet belum kembali seperti puncaknya pada 2022.
[Redaktur: Mega Puspita]